• Kamis, 8 Desember 2022

Kronologi Rombongan Pemain dan Official Persebaya Surabaya Saat Dihadang dan Dilempari Batu Aremania

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 16:38 WIB
kronologi suporter Aremania menghadang dengan meletakkan pagar besi pembatas di jalur sebelum pintu keluar Stadion Kanjuruhan Malang (WhatsApp)
kronologi suporter Aremania menghadang dengan meletakkan pagar besi pembatas di jalur sebelum pintu keluar Stadion Kanjuruhan Malang (WhatsApp)

 

SINERGI PAPERS - Berikut ini kronologi suporter Aremania menghadang dengan meletakkan pagar besi pembatas di jalur sebelum pintu keluar Stadion Kanjuruhan Malang.

Sekira pukul 22.30 WIB saat rombongan pemain dan official Persebaya Surabaya dengan menggunakan Rantis dan pengawalan akan bergerak meninggalkan Stadion Kanjuruhan Malang.

Para suporter Aremania menghadang dengan meletakkan pagar besi pembatas di jalur sebelum pintu keluar Stadion Kanjuruhan Malang, serta melempari kendaraan rombongan dengan paving blok, botol air mineral, batu, kayu dan lain lain. 

Baca Juga: Kronologi Kerusuhan Supporter Pasca Pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang

Tak hanya itu, Aremania juga merusak 2 unit Mobil Patwal Sat Lantas dan membakar 1 unit Truk Brimob, serta 2 unit mobil di pintu masuk depan Stadion Kanjuruhan Malang.

Selanjutnya Aremania yang mengadang tersebut dibubarkan oleh aparat keamanan, yaitu dengan menembakkan gas air mata. Kemudian rombongan tertahan karena jalan masih dihadang oleh pagar besi pembatas pd jalur yang dilalui.

Akibat kejadian tersebut banyak suporter Aremania dan aparat keamanan yang mengalami luka-luka. Suporter Aremania yang mengalami luka luka dan sesak nafas dirawat ruang Medis Stadion Kanjuruhan.

Karena korban terlalu banyak dan ruang medis tidak bisa menampung, selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit di wilayah Kepanjen, antara lain Rumah Sakit Kanjuruhan, Rumah Sakit Wava Husada, Rumah Sakit Hasta Husada dan Rumah Sakit lain dengan menggunakan kendaraan ambulance, truk Polres Malang, truk Yon Zipur 5 Kepanjen, truk Kodim dan kendaraan lainnya.***

Halaman:

Editor: M. Nur Rudiyanto

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X