Seminar Transformasi Jurnalis Jadi Pengusaha Media Era Digital, Ini Kata CEO ProPS dan Perwakilan AWS

- Kamis, 9 Februari 2023 | 06:15 WIB
CEO ProPS, Ilona Juwita, CEO Promedia, Agus Sulistriyono, dan Perwakilan dari AWS Indonesia, Arthur Renaldy di acara Seminar Promedia Teknologi Indonesia (Promedia Teknologi Indonesia)
CEO ProPS, Ilona Juwita, CEO Promedia, Agus Sulistriyono, dan Perwakilan dari AWS Indonesia, Arthur Renaldy di acara Seminar Promedia Teknologi Indonesia (Promedia Teknologi Indonesia)

 

MEDAN, SINERGI PAPERS - Menjadi penulis berita khususnya di media online, tentunya tak lepas dari jumlah pembaca di salah satu situs media.

Sebab, hal tersebut dapat dioptimalkan dengan mesin telusur, atau sering dikenal dengan SEO (Search Engine Optimization).

CEO ProPS, Ilona Juwita mengatakan, bahwa SEO sendiri merupakan cara agar situs media online kita tetap hidup. Pasalnya, mesin pencarian seperti google, melakukan tiga bagian penting untuk memunculkan hasil berupa data yang diinginkan oleh pengguna internet. 

Baca Juga: Peringati HPN 2023 di Medan, Promedia Teknologi Indonesia Gelar Seminar

"Ketiga bagian itu disebut dengan istilah crawling (pengumpulan data), indexing (penyimpanan data) dan ranking,"kata Ilona Juwita, dalam kegiatan Seminar yang digelar Promedia Teknologi Indonesia, bertajuk "Transformasi Jurnalis Menjadi Pengusaha Media di Era Digital di Hotel Grandmercure Medan, Rabu (08/02/2023).

Ilona Juwita yang juga membawakan materi terkait Media and Advertising Trend 2023 menuturkan, bagi para pembuat konten juga harus membuka wawasannya. Bahkan, pengusaha media yang jago membuat konten juga harus melek teknologi.

Tak hanya itu, Ilona Juwita menjelaskan, bahwa konsumsi konsumen terhadap media dari penggunaan teknologi dalam satu hari hanya 13 jam saja. Sedangkan tren waktu konsumsi dalam 4 tahun akan berbeda, dimana online browsing turun 1,2 persen.

"Belanja konsumen terhadap teknologi dan media, tetap terjadi dan cenderung semakin bertumbuh. Oleh karena itu, berita online hanya dapat menjangkau populasi pengunjung internet kurang dari 80 persen," jelas Ilona Juwita.

Lebih lanjut, perwakilan dari Amazon Web Service (AWS), Arthur Renaldy yang turut hadir sebagai pembicara menyebut, AWS merupakan sekumpulan layanan-layanan berbasis komputasi awan yang di sediakan oleh Amazon sejak tahun 2002.

Meskipun salah satu perusahaan raksasa internet ini sering dikenal untuk membeli buku dan lagu, tetapi sekarang Amazon telah menambah layanannya dalam hal infrastrutktur cloud computing. 

Baca Juga: Mengintip Rekaman Perjalanan Promedia Teknologi Indonesia Sepanjang Tahun 2022

"Jika berbicara kecepatan mempersiapkan infrastruktur, maka seberapa fleksibel traffic yang dikeluarkan dengan cost yang tinggi. Sehingga, bagaimana infrastruktur tersebut bisa fleksibel dengan traffic portal yang tersedia dari media digital,"imbuhnya.

"Menjadi dasar bagi pebisnis agar lebih mudah mengenai pasar jika infrastrukturnya bisa dikuasi dengan fleksibel. Jika tidak memikirkan infrastruktur yang memungkinkan, maka media juga tidak dapat menjangkau inovasi yang luas,"sebut Arthur Renaldy.

Halaman:

Editor: M. Nur Rudiyanto

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X