Ahli K3 dan Praktisi Hukum Tanggapi Korban Kecelakaan Kerja di Jombang, Begini Katanya

- Kamis, 16 Februari 2023 | 18:10 WIB
Ilustrasi kecelakaan kerja (Pinterest)
Ilustrasi kecelakaan kerja (Pinterest)

 

JOMBANG, SINERGI PAPERS - Kecelakaan kerja terjadi kepada karyawan yang bekerja di PT. Pokphand SUR 3, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sabtu, (28/01/2023).

Insiden tersebut menyebabkan seorang pekerja asal Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang berinisial B, meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang beredar, kecelakaan kerja tersebut terjadi usai B (korban), mengikuti vaksin booster, yakni atas perintah dari General Manajer Pokphand (Pihak Outsourcing PT Citra Nusa Mutiara (CNM), Dirta Hadi Wijaya. 

Baca Juga: Begini Kronologi Karyawan PT SUR 3 Jombang yang Tewas Kecelakaan Kerja

Menanggapi hal itu, Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Hayu Dwi ketika dihubungi awak media melalui sambungan via WhatsApp ikut angkat bicara.

Hayu Dwi mengatakan, almarhum Basori merupakan karyawan outsourcing, atau pihak ke 3, maka harus mendapatkan kepastian terkait BPJS Ketenagakerjaan. Karena korban meninggal dunia, setelah di vaksin booster dan atas perintah dari Pimpinan.

"Sebelum perintah vaksin booster dilaksanakan, apakah perusahaan sudah pernah melakukan pemeriksaan pada saat mulai masuk kerja, berkala (1 tahun sekali) sesuai UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pada pasal 8 dan peraturan menteri tenaga kerja No 2 tahun 1980 tentang unit pelayanan kesehatan,"kata Hayu Dwi, Rabu (15/2/2023).

Menurutnya, pada pembahasan point di atas minimal perusahaan mempunyai historis, atau riwayat kesehatan pekerja. Sehingga perusahaan bisa melakukan kontrol dan tindakan preventif, terkait kesehatan tenaga kerja.

"Terkait kejadian diatas, seharusnya pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang, melalui Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan segera melakukan investigasi terhadap kasus ini,"tegasnya.

Hayu Dwi menjelaskan, jika melihat waktu pelaksanaan vaksin booster pada saat jam kerja dan setelah vaksin, korban masuk kembali ke tempat kerja. Dan hal ini bisa di kategorikan sebagai kecelakaan kerja akibat hubungan kerja.

"Seharusnya pihak perusahaan mempunyai prosedur Keselamatan dan kesehatan kerja terkait Covid 19, sehingga bisa mencegah terjadinya hal yang tidak di inginkan,"imbuhnya.

Lebih lanjut, Hayu Dwi mengungkapkan, apakah di tempat korban bekerja sudah menerapkan sertifikasi manajemen keselamatan kerja sesuai UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan Pasal 86 dan 87 dan di perkuat dengan PP No. 50 tahun 2012 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang wajib di lakukan dengan jumlah tenaga kerja? 

Baca Juga: Kerja Selama 27 Tahun, Karyawan PT SUR 3 Jombang yang Tewas Laka Kerja Belum Dapat Santunan

"Minimal 50 orang atau tempat kerja mempunyai resiko tinggi,"ungkapnya.

Halaman:

Editor: M. Nur Rudiyanto

Sumber: Rudiyanto: Sinergi Papers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X