• Rabu, 17 Agustus 2022

Sejarah Singkat Candi Jawi Peninggalan Kerajaan Singasari Pasuruan Jawa Timur

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 14:00 WIB
Sejarah Singkat Candi Jawi Peninggalan Kerajaan Singasari Pasuruan Jawa Timur.  (yudhonowitanto.wordpress.com/)
Sejarah Singkat Candi Jawi Peninggalan Kerajaan Singasari Pasuruan Jawa Timur. (yudhonowitanto.wordpress.com/)





SINERGI PAPERS - Candi Jawi terletak di desa Candi Wates Kecamatan Prigen, Candi Jawi dibuat pada tahun 1300 Masehi merupakan bangunan suci.

Candi Jawi diperkirakan sebagai tempat penderma Kertanegara raja terakhir Singasari (abad 13 M).

Arsitekturnya merupakan perpaduan Hindu dan Budha yang bagian puncak berbentuk stupa.

Candi Jawi merupakan Candi yang dibangun sekitar abad ke-13 dan merupakan peninggalan bersejarah Hindu-Buddha Kerajaan Singasari yang terletak di kaki Gunung Welirang, tepatnya di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur.

Baca Juga: Sejarah Candi Sumur Gantung Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Terlupakan

Konon, Candi Jawi diduga sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan , namun sebenarnya merupakan tempat pedharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Singasari, Kertanegara.

Candi Jawi berdiri di atas lahan seluas 40 x 60 meter persegi dan dikelilingi oleh pagar bata setinggi 2 meter.

Bentuk candi berkaki Siwa dan berpundak Buddha dengan ketinggian sekitar 24,5 meter dengan panjang 14,2 m serta lebar 9,5 m.

Bentuknya yang tinggi ramping seperti Candi Prambanan di Jawa Tengah dengan atap yang merupakan perpaduan antara stupa dan kubus bersusun atau meruncing pada puncaknya.

Baca Juga: Puisi ke Desa Karya Aoh Karta Hadimadja

Raja Kertanegara sengaja membangun Candi Jawi jauh dari pusat kerajaan Singasari diduga lantaran di kawasan ini dahulu banyak pengikut ajaran Siwa-Buddha yang sangat kuat serta rakyat yang sangat setia.

Candi Jawi terbilang sangat unik dengan adanya relief di dindingnya. Sayangnya, relief ini hingga saat ini belum bisa dibaca.

Pahatannya yang terlalu tipis serta kurangnya informasi pendukung membuatnya sulit untuk diterjemahkan.

Candi Jawi sendiri dipugar untuk kedua kali pada tahun 1938-1941  pada masa pemerintahan Hindia Belanda karena runtuh.

Baca Juga: Penemuan Situs Gua Made di Jombang, Berbagai Artefak Kuno Ditemukan

Perbaikannya dilakukan kembali tahun 1975-1980 dan diresmikan tahun 1982.

Sayang, arca-arca peninggalan yang ada di Candi Jawi kini telah hilang lantaran telah dipindahkan ke Museum dan sebagian ke tempat-tempat komersial.

Untuk melestarikannya, pada setiap malam bulan purnama, di komplek Candi Jawi diadakan Pentas Seni Bulan Purnama yang mempertunjukan seni tari tentang kisah Legenda asal muasal Candi Jawi.

Dalam tarian tersebut, diceritakan tentang seorang Puteri Bali yang sangat cantik.

Namun karena kecantikannya ia terpaksa kabur dan tinggal menetap di jawa.

Pasalnya, banyak raja-raja yang berkeinginan untuk mempersuntingnya sebagai permaisuri.
***

Editor: Dadang Harumaya

Sumber: Pasuruankab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Sumber Sejarah Peninggalan Kerajaan Kediri

Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:00 WIB
X