• Jumat, 7 Oktober 2022

Empat Pataka yang Digunakan Pada Masa Kerajaan Majapahit - Bagian 1

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 20:30 WIB
Empat Pataka yang Digunakan Pada Masa Kerajaan Majapahit - Bagian 1.  (Istimewa)
Empat Pataka yang Digunakan Pada Masa Kerajaan Majapahit - Bagian 1. (Istimewa)





SINERGI PAPERS - Pataka merupakan sejenis bendera atau panji militer yang biasanya digunakan dalam perang.

Pataka biasa untuk menentukan titik berkumpul pasukan serta menandai lokasi panglima perang.

Pataka ini biasa kita lihat di perang – perang film Cina serta Eropa.

Berikut ini adalah Pataka yang dimiliki Majapahit namun tidak berada di Indonesia:

Baca Juga: Sejarah Singkat Peristiwa Perang Bubat Pada Zaman Majapahit Lawan Kerajaan Sunda

Pataka Sang Dwija Naga Nareswara

Pataka Sang Dwija Naga Nareswara berbentuk Tombak Pataka Nagari yang menggambarkan naga kembar penjaga Tirta Amertha.

Pataka ini berbentuk tombak dengan bahan dasar adalah tembaga yang di buat di era Singhasari dan diwariskan ke Majapahit.

Pataka ini merupakan satu – satunya yang diselamatkan oleh Raden Wijaya ketika masa keruntuhan Majapahit.

Baca Juga: Sejarah Gaya Khas Pakeliran Wayang Cek Dong Asli Jombang - Bagian 2

 Pataka lainnya dirampas oleh Jayakatwang ke kerajaan Kediri.

Pada tombak pataka inilah bendera Kerajaan Majapahit Wilwatikta dipasang.

ketika hutan tarik sesaat setelah peyerangan bangsa Mongol ke kerajaan Kediri dan penyerangan Raden Wijaya bersama 9 arya ke bangsa Mongol.

Bendera tersebut bernama Gula – Kelapa atau yang berarti Merah Putih yang hingga saat ini diwariskan ke bendera merah putih Indonesia.

Tombak ini sekarang terseimpan di Amerika Serikat, tepatnya di The Metropolitan Museum of Art, 1000 5th Avenue, New York, NY-USA. 

Baca Juga: Beginilah Sejarah Kabupaten Jombang Pada Masa Kerajaan Hingga Kemerdekaan

Hal ini sangat mengherankan, karena Amerika tidak mempunyai keterkaitan sejarah dengan bangsa Indonesia.

 Kemungkinan artefak Pataka ini diambil oleh Belanda dan kemudian dijual ke Amerika.

Pataka Sang Hyang Baruna

Pataka Sang Hyang Baruna berbentuk sebuah tombak (Tombak Pataka Nagari) yang dilengkapi dua mata tombak kembar yang berada di kepala serta di ekor sebuah naga.

Baca Juga: Sejarah Nama Desa Sepanyul Gudo Jombang

 Tombak ini berbahan dasar tembaga yang dibuat pada zaman kerajaan Singhasari dan kemudian diwariskan ke Kerajaan Majapahit.

Pataka ini biasanya ditempatkan di bagian depan kapal yang menandakan bahwa di kapal tersebut terdapat Raja atau wakil kerajaan.

Bendera yang di pasang di tombak ini bernama Getih – Getah Samudra yang memiliki corak lima garis merah serta empat garis putih, perlambang bendera militer kerajaan Singhasari atau Majapahit.

Baca Juga: Sejarah Dibalik Kesenian Wayang Topeng Jati Duwur Asli Jombang, Jawa Timur

Hingga saat ini bendera Getih Getah Samudra masih dipakai oleh TNI-AL dalam kapal – kapalnya ketika berada di perairan internasional yang bernama paji Ular – Ular Tempur.

Pataka ini pertama kali digunakan yaitu ketika dilakukannya Ekspedisi Pamalayu oleh Kerajaan Singhasari.

selanjutnya Ekspedisi Duta Besar Adityawarman yang datang ke Cina selama dua kali, dan terakhir adalah ekspedisi Nusantara oleh Mahapatih Gajah Mada.

Tombak ini sekarang berada di The Metropolitan Museum of Art, 1000 5th Avenue, New York, NY-USA. ***

Editor: Dadang Harumaya

Sumber: Idsejarah.com

Artikel Terkait

Terkini

X